Saturday, March 14, 2009

INIKAH ISTANA KEJAYAAN?

Saturday, March 14, 2009


Nik Nur Madihah Nik Mohd. Kamal, 18, mencatat keputusan cemerlang 19 A1 dan satu A2 dalam Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) yang diumumkan dua hari lalu.Menurut Utusan Malaysia, Nik Nur Madihah -- Sekolah Menengah Agama Arab Maahad Muhammadi (Perempuan), Kota Bharu, Kelantan -- dan keluarganya tinggal di rumah usang ini.Saya menitis air mata melihat gambar ini. Sewaktu kecil dulu, inilah lebih kurang keadaan rumah di mana saya dibesarkan. Cukup daif.Alhamdulillah, pendidikan telah mengeluarkan saya dari kitaran kemiskinan. Dulu ayah bekerja sebagai penebang tebu, ibu pula setiap hari mengambil upah di sawah. Saya tahu erti kemiskinan -- ada hari-hari di mana saya dan adik hanya minum air kosong saja sebelum tidur; tanpa nasi dan lauk.Bukan sedikit air mata ibu mengalir sewaktu membesarkan saya ... Terima kasih, ayah. Terima kasih, ibu.
Posted by NOBISHA at 4:10 AM
Labels:

Wednesday, March 4, 2009

Cara Mengganti Shalat yang Ditinggalkan

Dikirim pada 4 Mac 2009 oleh dupahang

Assalamu’alaikum Ustad,
Saya ingin menanyakan bagaimana hukumnya bagi seseorang, yang karena kefasikannya, pernah meninggalkan beberapa waktu shalat? Apakah ia wajib melakukannya di kemudian hari ketika telah bertaubat? Jika wajib, dan bila ia telah lupa bilangan shalat itu, apakah boleh dikira-kira saja? Mohon dijelaskan apabila ada syarat-syarat khusus dan semacamnya.
Jazakallah
Hamba Allah
Jawaban
Hukum Meninggalkan Shalat
Para ulama kaum muslimin telah bersepakat bahwa shalat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang baligh, berakal, suci yaitu tidak dalam keadaan haidh maupun nifas, tidak dalam keadaan gila atau kehilangan kesadaran. Shalat adalah ibadah badaniyah yang tidak ada penggantinya, maka tidak boleh seseorang melakukan shalat untuk orang lain..
Orang yang meninggalkan shalat maka wajib atasnya hukuman baik di akherat maupun di dunia. Adapun hukum di akherat, sebagaimana firman Allah swt :
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ ﴿٤٢﴾قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ ﴿٤٣﴾
Artinya “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. Al Mudatsir : 42 – 43)
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾
Artinya : “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Ma’un : 4 – 5)
Sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja maka telah lepas tanggung jawab Allah dan Rasul-Nya atas dirinya.” (HR. Ahmad)
Adapun hukuman di dunia bagi orang yang meninggalkan shalat dikarenakan malas atau meremehkannya maka berikut penuturan para ulama :
1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dikarenakan malas maka dia adalah fasiq dan harus dipenjara serta dipukul dengan satu pukulan hingga mengalirkan darah sampai orang itu mau melaksanakan shalat dan bertaubat atau meninggal di penjara, begitu juga terhadap orang yang meninggalkan puasa ramadhan.
Orang itu tidaklah dibunuh kecuali apabila dia mengingkari kewajiban dari keduanya (shalat maupun puasa ramadhan) atau menganggap enteng salah satu dari keduanya seperti orang yang menampakkan berbuka tanpa adanya halangan dengan maksud meremehkan, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Tidaklah halal darah seorang muslim kecuali salah satu dari tiga : seorang janda (tidak perawan) yang berzina, jiwa dengan jiwa dan meninggalkan agamanya memisahkan dirinya dari jamaah (kaum muslimin).” (Muttafaq Alaihi)
2. Pendapat para imam lainnya bahwa orang yang meniggalkan shalat tanpa suatu uzur walaupun dia hanya meninggalkan satu kali shalat maka orang itu diminta untuk bertaubat selama tiga hari seperti seorang yang murtad dan jika tidak mau bertaubat maka dibunuh. Ia dibunuh, menurut para ulama Maliki dan Syafi’i sebagai suatu hukuman dan tidak dianggap kafir. Sesungguhnya ia dihukum sebagaimana hukuman yang lainnya seperti kemaksiatan pezina, menuduh orang berzina, mencuri atau lainnya. Setelah orang itu meninggal maka ia dimandikan dan dishalatkan serta dimakamkan di pemakaman kaum muslimin, dalil bahwa mereka tidaklah kafir dikarenakan meninggalkan shalat adalah firman Allah
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء
Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisaa : 48)
Juga berbagai hadits, diantaranya hadits Ubadah bin ash Shamit,”Shalat lima waktu telah diwajibkan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Barang siapa yang mengerjakanya dan tidak meninggalkannya sedikit pun hak-haknya (shalat itu) maka baginya disisi Allah janji untuk dimasukkan Allah ke surga. Dan barang siapa yang tidak mengerjakannya maka tidaklah ada baginya disisi Allah janji (itu), dan jika Dia swt berkehendak maka mengadzabnya dan jika Dia swt berkehendak maka mengampuninya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasai dan Ibnu Majah)
Sedangkan Imam Ahmad mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dibunuh disebabkan pengingkarannya, sebagaimana firman Allah swt :
فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya : “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At Taubah 5)
Maka barangsiapa meninggalkan shalat dan tidak ada persyaratan untuk membebaskannya maka yang ada hanyalah dibolehkannya dibunuh, untuk itu tidak ada pembebasan bagi orang yang tidak menegakkan shalat.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR Jama’ah kecuali Bukhori dan an Nasai) dan ini merupakan dalil bahwa meninggalkan shalat dapat menjadikannya kafir. Atau seperti hadits Buraidah,”Perjanjian yang ada antara kami dengan kalian adalah shalat. Maka barangsiapa yang meninggalkannya sungguh ia telah kafir.” (HR. Imam yang lima, Ibnu Majah dan al Hakim) dan hadits ini adalah dalil bahwa yang meniggalkan shalat adalah kafir.
DR Wahbah lebih cenderung kepada pendapat yang pertama yaitu bahwa (orang yang meninggalkan shalat) tidaklah dihukum dengan kafir, berdasarkan dalil-dalil qoth’i yang banyak dan juga orang itu tidaklah kekal di neraka setelah dia mengucapkan dua kalimat syahadat, sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dan mengingkari segala yang disembah selain Allah maka terpelihara harta dan darahnya dan perhitungannya ada pada Allah swt.” (HR. Muslim) juga sabda Rasulullah saw,”Akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengatakan Laa Ilaha Illallah yang dihatinya masih ada kebaikan sebesar gandum. Akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengatakan Laa Ilaha Illallah yang dihatinya masih ada kebaikan seberat atom.” (HR. Bukhori)
Dan cara melakukan pembunuhan terhadap orang yang meninggalkan shalat menurut jumhur ulama selain para ulama Hanafi apabila dipenggal lehernya dengan menggunakan pedang apabila orang itu tidak mau bertaubat. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz I hal 659 – 661)
Mengqadha Shalat Yang Ditinggalkan
Sebagaimana telah diketahui bahwa shalat merupakan rukun terbesar didalam islam setelah dua kalimat syahadat dan telah disiapkan hukuman yang sangat keras bagi orang yang meninggalkannya.
Untuk itu tidak ada kata lain bagi seorang yang meninggalkannya dengan sengaja baik dikarenakan malas atau menganggapnya remeh agar segera bertaubat kepada Allah swt dengan taubat nasuha dan menyesali semua perbuatannya serta menutupi kesalahan besar tersebut dengan melakukan qadha terhadap seluruh shalat yang ditinggalkannya sebagaimana pendapat jumhur ulama.
Wajib bagi seorang yang meninggalkan shalat untuk mengqadhanya sejumlah shalat yang pernah dittinggalkannya. Akan tetapi apabila ia tidak mengetahui jumlah shalat-shalat yang ditingalkkannya itu maka wajib baginya untuk mengqadha shalat-shalat yang ditinggalkannya itu sehingga meyakini bahwa diatas lehernya sudah tidak ada lagi kewajiban itu (qadha), sebagaimana dikatakan imam yang empat.
Adapun cara melakukan qadhanya adalah dengan bersegera orang itu melakukan shalat-shalat yang ditinggalkannya sesuai dengan kemampuannya di waktu apa pun, bisa malam atau siang dengan tetap memperhatikan tertib shalat-shalat yang ditinggalkannya itu, seperti shalat shubuh kemudian zhuhur kemudian ashar dan seterusnya. Dan dalil dari diwajibkannya untuk bersegera adalah firman Allah swt
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Artinya : “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.” (QS. Thaha : 14) dikarenakan mengakhirkan shalat dari waktunya adalah kemaksiatan untuk itu diwajibkan bersegera.
Wallahu A’lam
Ustadz Sigit Pranowo, Lc.

Monday, March 2, 2009

Maksiat Menghalangi Ilmu Pengetahuan

Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, kemaksiatan dalam hati dapat menghalangi dan memadamkan cahaya tersebut. Ketika Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi'e yang luarbiasa, beliau (Imam Malik) berkata, "Aku melihat Allah telah menyiratkan cahaya di dalam hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat".
Maksiat mengahalangi Rezeki
Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkannya bererti menimbulkan kefakiran. "Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya". (HR Ahmad)
Maksiat Menimbulkan Jarak dengan Allah
Diriwayatkan ada seorang lelaki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian jiwanya. Sang arif berpesan, "Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah (perbuatan dosa itu). Dalam hati kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas dosa".
Maksiat Menjauhkan Pelakunya dengan Orang Lain
Maksiat menjauhkan pelakunya dari orang lain, terutama dari golongan yang baik. Semakin berat tekanannya, maka semakin jauh pula jaraknya hingga berbagai manfaat dari orang yang baik terhalangi. Kesunyian dan kegersangan ini semakin menguat hingga berpengaruh pada hubungan dengan keluarga, anak-anak dan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, "Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku binatang(kenderaan) dan isteriku".
Maksiat Menyulitkan Urusan
Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka pelaku maksiat akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi segala urusannya.

Thursday, February 19, 2009

MABUK DAN CINTA TERHADAP ALLAH


Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya."

 

 

Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."

Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah."

 

Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.

 

Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

 

Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.

 

Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya. "

 

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.

 

1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.

2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia ingin mendapat sanjungan dari manusia.

3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :

 

1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.

2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.

3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.

4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.

5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

Wednesday, February 18, 2009

Kisah perempuan miskin, lembu tua dan Gaza

Dilulus terbit pada Thursday, February 19 @ 13:30:00 MYT oleh TokBatin

Kisah PengajaranOleh Azamin Amin

 Lokasi kisah benar ini berlaku di salah sebuah daerah di Yaman dan ianya terjadi dalam bulan Januari lalu.

Kisah penderitaan dan keperitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia. Semua marah, benci, kesumat dan mendidih pedih. Lebih banyak yang terasa sayu dan terharu apabila kanak-kanak kecil nan comel menjadi korban muntahan peluru dan darah membasah bumi tanpa henti.

Tragedi dasyhat ini juga sampai juga ke pengetahuan seorang perempuan tua yang hidup miskin di salah sebuah kampung di Yaman. Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih dan pilu sehingga berjurai air mata.

Lantas suatu hari, dia berazam sedaya upaya untuk cuba membantu sekadar mampu. Kebetulan , 'harta' yang dia ada hanyalah seekor lembu tua, terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya.

ImageDengan semangat tinggi dan perasaan simpati amat sangat, dia berhajat menyedekahkan lembunya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah pergi ke salah sebuah masjid di Yaman sambil memegang lembu tunggal kesayangannya itu.

Kebetulan hari itu Jumaat dan para jemaah sudah mengerumuni pekarangan masjid untuk melaksanakan ibadat tersebut.

Ketika itu, betapa ramai yang memerhati dan menyorot mata melihat gelagat perempuan tua nan miskin dengan lembunya yang berada di sisi luar masjid. Ada yang mengangguk, ada yang menggeleng kepala. Tanpa kecuali ada juga yang tersenyum sinis malah terpinga-pinga melihat perempuan miskin itu setia berdiri di sisi lembunya.

Masa berlalu, jemaah masjid walaupun khusyuk mendengar khutbah imam namun sesekali memerhati dua mahkhluk tuhan itu. Perempuan dan lembu itu masih di situ tanpa ada cebis rasa malu atau segan diraut wajah.

Setelah imam turun dari mimbar, solat Jumaat kemudiaannya dilakukan, biar dibakar terik mentari dan peluh menitis dan memercik di muka, perempuan dan lembu tua itu masih lagi di situ.

ImageSebaik selesai sahaja semua jemaah solat dan berdoa, tiba-tiba perempuan itu dengan tergesa-gesa mengheret lembu itu betul-betul di depan pintu masjid sambil menanti dengan penuh sabar tanpa mempedulikan jemaah yang keluar. Ramai juga yang tidak berganjak dan perasaan ingin tahu, apa bakal dilakukan oleh perempuan tua itu.

Tatkala keluar imam masjid, perempuan tua itu bingkas berkata :" Wahai imam, aku telah mendengar kisah sedih penduduk di Gaza. Aku seorang yang miskin tetapi aku bersimpati dan ingin membantu. Sudilah kau terima satu-satunya lembu yang aku ada untuk dibawa ke Gaza, beri kepada penduduk di sana."

Gamam seketika. Imam kaget dengan permintaan perempuan itu namun keberatan untuk menerima. Ya, bagaimana nak membawa lembu tua itu ke Gaza, soal imam itu. Keliling-kelalang para jemaah mula bercakap-cakap. Ada yang mengatakan tindakan itu tidak munasabah apatah lagi lembu itu sudah tua dan seolah-olah tiada harga.

"Tolonglah..bawalah lembu ini ke Gaza. Inilah saja yang aku ada. Aku ingin benar membantu mereka," ulang perempuan yang tidak dikenali itu. Imam tadi masih keberatan.Masing-masing jemaah berkata-kata dan berbisik antara satu sama lain. Semua tertumpu kepada perempuan dan lembu tuanya itu.

Mata perempuan tua yang miskin itu sudah mula berkaca dan berair namun tetap tidak berganjak dan terus merenung ke arah imam tersebut. Sunyi seketika suasana.

Tiba-tiba muncul seorang jemaah lalu bersuara mencetuskan idea:" Tak mengapalah, biar aku beli lembu perempuan ini dengan harga 10,000 riyal dan bawa wang itu kemudian sedekahkanlah kepada penduduk di Gaza.

Imam kemudiannya nampak setuju. Perempuan miskin yang sugul itu kemudian mengesat-ngesat air matanya yang sudah tumpah. Dia membisu namun seperti akur dengan pendapat jemaah itu.

Tiba-tiba bangkit pula seorang anak muda, memberi pandangan yang jauh lebih hebat lagi:"Apa kata kita rama-ramai buat tawaran tertinggi sambil bersedekah untuk beli lembu ini dan duit itu nanti diserahkan ke Gaza?"

Perempuan itu terkejut, termasuk imam itu juga. Rupa-rupanya cetusan anak muda ini diterima ramai. Kemudian dalam beberapa minit bidaan itu pun bermula dan ramai kalangan jemaah berebut-rebut menyedekahkan wang mereka untuk dikumpulkan.

Ada yang membida bermula dari 10,000 ke 30,000 riyal dan berlanjutan untuk seketika. Suasana pekarangan masjid di Yaman itu menjadi riuh, apabila jemaah membida 'bertubi-tubi' sambil bersedekah.

Akhirnya lembu tua, kurus dan tidak bermaya milik perempuan tua miskin itu dibeli dengan harga 500,000 riyal (sekitar RM500,000.00)!

Semua melalui bidaan para jemaah dan orang ramai yang simpati dengan penduduk Gaza termasuk niat suci perempuan miskin itu. Paling manis, setelah wang itu diserahkan kepada imam masjid itu, semua sepakat membuat keputusan sambil salah seorang jemaah bersuara kepada perempuan tua itu.

"Kami telah membida lembu kamu dan berjaya kumpulkan wang sejumlah 500,000 riyal untuk memiliki lembu itu.

"Akan tetapi kami telah sepakat, wang yang terkumpul tadi diserahkan kepada imam untuk disampaikan kepada penduduk Gaza dan lembu itu kami hadiahkan kembali kepada kamu," katanya sambil memerhatikan perempuan tua nan miskin itu kembali menitiskan air mata...gembira.

Tanpa diduga, Allah mentakdirkan segalanya, hajat perempuan miskin itu untuk membantu meringan beban penderitaan penduduk Palestin akhirnya tercapai dan dipermudahkan sehingga berjaya mengumpulkan wang yang banyak manakala dia masih lagi terus menyimpan satu-satunya 'harta' yang ada. Subhanallah.

ImageJusteru, iktibarnya ialah segala niat murni yang baik sentiasa mendapat perhitungan dan ganjaran Allah apatah lagi ianya datang daripada hati kecil seorang yang miskin yang mahu membantu umat islam yang menderita akibat dizalimi rejim zionis israel biarpun diri serba payah dan serba kekurangan.- azm

Sekiranya anda bersimpati, sudilah hulurkan sumbangan,demi insan-insan yang sedang dizalimi di Palestin melalui Tabung Kemanusiaan Harakah di akaun BIMB: 14069010021298

(Kisah ini telah disusun semula daripada cerita Timbalan Mursyidul Am PAS Dato' Haron Din kepada Harakahdaily melalui kisah benar yang dipaparkan di sebuah majalah Arab)

(Sebarang kritikan dan pandangan kepada saya sila majukan keazaminamin@yahoo.com Alamat email ini telah dilindungi dari spam bots, anda perlukan Javascript enabled untuk melihatnya ) _

Sunday, February 8, 2009

Sembilan petua daripada Rasulullah s.a.w. untuk mencapai doa mustajab

1. Anas bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda: "Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak."2. Sesungguhnya Rasulullah bersabda: "Allah akan turun ke langit dunia setiap malam iaitu sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: "Sesiapa yang berdoa kepada-Ku, maka aku akan menerima permintaannya dan sesiapa yang meminta keampunan daripada-Ku maka Aku akan mengampuninya. 3. Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda: "Tiga orang yang tidak ditolak doanya iaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa ketika dia berbuka dan orang yang dianiaya. Allah mengangkat doa-doa itu ke awan dan pintu-pintu langit dibuka."

4. Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda: "Aku dilarang membaca al-Quran ketika sujud dan rukuk. Waktu yang paling dekat antara hamba dan Tuhan-Nya adalah ketika sujud, maka perbanyakkanlah doa ketika itu.

5. Hadis Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda: "Jika kamu mendengar ayam jantan berkokok, pohonlah kurnia daripada Allah kerana sesungguhnya binatang itu melihat malaikat. "Jika kamu mendengar keldai memekik, pohonlah perlindungan daripada Allah daripada godaan syaitan kerana binatang tersebut melihat syaitan."6. Ubadah bin As-Shamit berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Sesiapa yang bangun pada malam hari dan mengatakan atau berdoa, doanya akan dimakbulkan. "Apabila beliau berwuduk (dan mengerjakan solat malam), solatnya akan diterima Allah."7. Ata bin Abi Rabah berkata: "Telah sampai padaku bahawa Rasulullah bersabda: "Sesiapa yang membaca surah Yasin pada permulaan hari maka segala hajatnya akan dipenuhkan."8. Hadis daripada Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: 'Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan.'9. Hadis daripada Abu Hurairah: Rasulullah memperkatakan mengenai hari Jumaat. Lalu baginda bersabda: "Pada hari Jumaat itu ada suatu saat. Bila mana seorang Muslim dapat menepatinya dalam keadaan sedang berdoa, memohon sesuatu daripada Allah, pasti dia akan dianugerahkan apa yang dipohonnya itu."

Wednesday, February 4, 2009

Golongan Haram Menyentuh Syurga

Oleh Lutfi

" Saidina Abu Bakar As-Siddiq meriwayatkan sebuah hadis bermaksud: " 3 golongan tidak masuk syurga ialah penipu, bakhil dan suka mengungkit-ungkit (pemberiannya)"

GOLONGAN 1 (Penipu)
Menipu, berbohong & berdusta merupakan perkara yg dikeji di dalam Islam. Kerana ia akan membuatkan seseorang yg mempercayainya akan sakit & terguris hatinya. Ini akan membuat seseorang yg benar2 jujur teraniaya kerana org yang telah ditipu tadi tidak akan mempercayai sesiapa lagi.

Justeru itu , dalam Islam menganjurkan umatnya supaya membuat surat perjanjian dalam hal hutang dan pinjam-meminjam dengan mengambil 2 orang saksi atau mengambil cagaran bagi memastikan kepentingan orang yg memberi hutang terjamin.

GOLONGAN 2 (Bakhil)
Sesungguhnya harta yg dimiliki seseorang itu adalah amanah Allah dan kita tidak boleh berasa bakhil atau kedekut kerana ia bukan milik kita secara mutlak. Ia suatu perbuatan yg memang tidak disukai dalam Islam kerana ia seolah-olah menyekat aliran rezeki yang didatangkan Allah kpd seseorang melalui saku orang lain.

GOLONGAN 3 (Mengungkit perkara kebaikan)
Firman Allah yg bermaksud, " Hai org beriman, jangan kamu batalkan (pahala) sedekahmu dgn menyebut-nyebut dan mengungkit-ungkit (perasaan si penerima) seperti org yg menafkahkan bertanya kerana riya' kepada manusia dan tidak beriman dgn Allah dan hari akhirat." (Al-Baqarah:264)
Mengungkit pemberian terhadap seseorang pasti ia akan menyinggung perasaan orang yg menerimanya. Mengunkit perkara kebaikan dan pemberian bukan sekadar menghapus pahala tetapi berdosa serta menyakiti hati orang lain. Sesungguhnya perbuatan ini bercanggah dgn seruan persaudaraan yang diwajibkan menjaga hati dan perasaan.

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa sebahagian orang Ansar meminta kepada Rasulullah saw., maka beliau memberi kepada mereka. Kemudian mereka meminta lagi, beliau pun memberi kepada mereka, sampai ketika telah habis sesuatu yang ada pada beliau, beliau bersabda : Apapun kebaikan yang ada padaku, maka aku tidak akan menyembunyikannya dari kalian. Barang siapa menjaga kehormatan diri, maka Allah akan menjaga kehormatan dirinya. Barang siapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Barang siapa yang bersabar, maka Allah akan membuatnya sabar. Seseorang tidak diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran
Sumber :http://hadith.al-islam.com/Bay...... mp;ID=574 

Lawatilah
http://lutfimj2006.blogspot.com/"